Pemuridan Digital: Strategi Gereja dalam Menghadapi Transformasi Teknologi Informasi
DOI:
https://doi.org/10.51689/wh95xg05Abstrak
Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mengubah cara manusia berinteraksi, belajar, dan membangun relasi, termasuk dalam konteks kehidupan bergereja. Gereja dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan ini tanpa kehilangan esensi pemuridan yang berpusat pada Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan praktik pemuridan digital sebagai strategi gereja dalam menghadapi transformasi teknologi informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur teologis, analisis kontekstual, dan refleksi praktis terhadap fenomena pelayanan digital di berbagai gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuridan digital membuka peluang besar bagi perluasan pelayanan, pembinaan iman, dan penguatan komunitas rohani lintas batas geografis. Namun, tantangan seperti superficialitas iman, kurangnya kedalaman relasi, dan distraksi digital perlu diantisipasi dengan strategi pendampingan yang intentional dan berbasis relasi. Dengan demikian, pemuridan digital dapat menjadi sarana efektif untuk menghadirkan nilai-nilai Kerajaan Allah di ruang digital, selama gereja mampu menyeimbangkan aspek teknologi dengan kedalaman spiritual dan relasi personal.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Samuel (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





