Analisis Hermeneutik Terhadap Konsep Pelayanan Holistik Berdasarkan Lukas 4:18–19
DOI:
https://doi.org/10.51689/ea14jp39Abstrak
Lukas 4:18–19 memuat pernyataan misi Yesus yang menekankan pemberitaan kabar baik kepada orang miskin, pembebasan bagi yang tertawan, pemulihan bagi yang buta, dan pembebasan bagi yang tertindas. Perikop ini mencerminkan dasar teologis dari pelayanan yang bersifat holistik, yaitu pelayanan yang mencakup aspek spiritual, sosial, dan fisik manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pelayanan holistik melalui pendekatan hermeneutik biblis terhadap Lukas 4:18–19, dengan memperhatikan konteks historis, linguistik, dan teologis teks. Metode penelitian menggunakan analisis hermeneutik deskriptif dengan menafsirkan teks secara mendalam dan mengaitkannya dengan praksis pelayanan gereja masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelayanan Yesus bukan hanya berfokus pada keselamatan rohani, tetapi juga pada pemulihan menyeluruh kehidupan manusia yang terluka secara sosial dan ekonomi. Konsep pelayanan holistik ini menjadi panggilan bagi gereja untuk mewujudkan keadilan, kasih, dan kesejahteraan sebagai manifestasi nyata dari Injil Kerajaan Allah. Dengan demikian, Lukas 4:18–19 memberikan fondasi teologis yang kuat bagi gereja dalam mengembangkan pelayanan yang relevan, kontekstual, dan menyentuh seluruh dimensi kehidupan manusia.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Darmaputra Darmaputra (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





