Teologi Pengharapan di Tengah Krisis Global: Kajian Roma 8:18–25
DOI:
https://doi.org/10.51689/q8cbk917Abstrak
Krisis global yang melanda dunia, baik dalam bentuk pandemi, bencana alam, maupun ketidakpastian sosial-ekonomi, telah mengguncang keyakinan dan pengharapan banyak orang. Dalam konteks tersebut, Roma 8:18–25 menawarkan perspektif teologis yang mendalam tentang pengharapan Kristen yang berakar pada karya penebusan Kristus dan pemulihan ciptaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teologi pengharapan sebagaimana dipaparkan Rasul Paulus dalam Roma 8:18–25 dan relevansinya bagi kehidupan orang percaya di tengah krisis global. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan teologis-biblis dengan analisis eksegetis terhadap teks Alkitab serta refleksi kontekstual terhadap situasi masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengharapan Kristen bukanlah bentuk pelarian dari penderitaan, melainkan kekuatan spiritual yang memberi makna dan keteguhan dalam menghadapi realitas penderitaan. Paulus menegaskan bahwa penderitaan sementara tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan, dan Roh Kudus menjadi jaminan bagi pengharapan akan pemulihan total. Dengan demikian, Roma 8:18–25 memberikan dasar teologis yang kokoh bagi umat percaya untuk memandang krisis global dengan iman, ketekunan, dan pengharapan eskatologis.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Wahyudi Sri Wijayanto (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





