Gereja dan Tanggung Jawab Sosial: Studi Teologis Terhadap Matius 25:31–46
DOI:
https://doi.org/10.51689/z1pjhk50Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kesadaran gereja terhadap tanggung jawab sosialnya di tengah realitas ketimpangan sosial dan penderitaan masyarakat. Matius 25:31–46 menegaskan pentingnya tindakan kasih yang nyata sebagai wujud iman yang hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna teologis Matius 25:31–46 dan implikasinya terhadap tanggung jawab sosial gereja masa kini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif teologis dengan metode studi biblika. Analisis dilakukan melalui pendekatan eksegetis dan hermeneutis, dengan menafsirkan teks Alkitab berdasarkan konteks historis, literer, dan teologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perikop ini menekankan hubungan yang erat antara iman dan perbuatan kasih, di mana pelayanan terhadap sesama, khususnya mereka yang lemah dan menderita, merupakan ukuran nyata dari ketaatan kepada Kristus. Gereja dipanggil untuk menyatakan kasih Allah melalui tindakan sosial yang berkeadilan dan inklusif, bukan hanya melalui pelayanan rohani, tetapi juga keterlibatan aktif dalam mengatasi penderitaan manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa tanggung jawab sosial gereja merupakan ekspresi eskatologis dari iman yang autentik, sebagaimana diajarkan Yesus dalam Matius 25:31–46.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Tomson Saut Parulian Lumbantobing, Jhon Leonardo Presley Purba (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





